breaking news New

Review Buku Atomic Habits Karya James Clear

Buku Atomic Habits Buku Atomic Habits

Sinopsis

Kali ini kami akan melakukan review buku Atomic Habits. Penulis buku ini adalah James Clear, yang merupakan penulis dan pembicara yang banyak berfokus pada topik kebiasaan, pengambilan keputusan, dan juga perbaikan berkelanjutan. Karya-karya dari James Clear telah banyak muncul di The New York Times, Time, CBS This Morning dan di Entrepreneur. Selain itu, ia juga merupakan seorang pembicara reguler di perusahaan Fortune 500. Karya dari James sendiri digunakan untuk tim MLB, NFL dan NB. Bahkan kursus online kepunyaan James Clear telah mencapai 10.000 orang yang berisikan antara lain: pelatih, guru, manajer bahkan juga pemimpin. James juga memiliki platform khusus bernama “The Habits Academy” yang menjadi media pelatihan utama bagi individu dan organisasi yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan kebiasaan yang lebih baik di dalam kehidupan pribadi maupun dunia profesional.

Seperti halnya pada judul buku ini, James Clear menamainya Atomic Habits, karena kata “Atom” merupakan sebuah pengertian yang mengacu kepada unit terkecil dari bentuk sebuah benda atau materi. Maka, dalam hal ini ia mengungkapkan betapa hal-hal yang berhubungan dengan perubahan, sekecil atau seremeh apa pun, lambat laun niscaya berubah menjadi sesuatu yang besar, jika itu dilakukan secara konsisten dan bertahap. James di sini juga menunjukkan trik yang disebutnya “dua menit” untuk membantu kita masuk ke dalam zona “goldilocks”.

Mari kita bahas secara lebih jauh.

DUA MENIT

James Clear mengatakan bahwa trik dua menit ini menjadi sebuah titik utama atau acuan dari berbagai aturan di dalam bukunya ini. Maksud James dari acuan di sini yaitu, suatu pekerjaan menjadi terasa sulit dan berat karena pikiran kita sendiri lah yang langsung membayangkan hal demikian sebelum benar-benar melakukannya. Daripada kita hanya berfokus pada bayangan yang “memberatkan” seperti itu, alih-alih James menginginkan kita agar mau mencoba untuk mengerjakan sesuatu tersebut selama tak lebih dari dua menit. Sebab, dengan melakukan aturan dua menit tersebut, hal ini menjadi semacam trigger bagi kita untuk secara rela mau melanjutkan suatu pekerjaan dengan lebih mudah.

James juga akan menggali sebuah teori psikologi dan neurosains terbaru demi untuk menerangkan kepada kita sebuah alasan, mengapa semua hal di dunia itu sama pentingnya alias tak ada yang tidak penting. Lebih lanjut, ia juga akan membagikan cerita tentang kisah-kisah inspiratif yang mampu membangkitkan motivasi di dalam diri kita mulai dari para peraih medali emas olimpiade, kumpulan CEO terkemuka dunia hingga para ilmuwan yang telah melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil melalui sains. Karena semua hal di dunia ini dapat kita raih, salah satunya melalui perubahan-perubahan kecil namun akan mendatangkan pengaruh revolusioner terhadap hubungan pribadi maupun karier kita.

DIDEROT

Sering kali di dalam hidup ini, kita menginginkan sesuatu hal yang baik bagi diri kita secara terus-menerus, seperti saat kita ingin membeli kebutuhan peralatan rumah tangga. Setelah kita mampu membelinya, dengan berbagai alasan serta pertimbangan, seperti ada rasa ingin membeli peralatan rumah tangga lebih banyak lagi. Hal ini mirip dengan efek domino, di mana kecenderungan kita dalam berbelanja biasanya terus disusul dengan belanja berikutnya. Dalam kaitannya dengan buku ini, James menamakan fenomena ini sebagai efek dari “diderot”.

Efek “diderot” mengatakan bahwa kegiatan berbelanja yang terus menerus tadi pada akhirnya akan melahirkan “spiral konsumsi”, yakni, dengan terus berbelanja seperti itu, nantinya seseorang akan melakukan pembelanjaan lebih banyak dan banyak lagi. Melalui pengetahuan efek “diderot” ini, kita bisa menjadikannya berkebalikan dari pengertian asalnya. Kita bisa menjadikan hal tersebut menjadi sebuah strategi untuk memupuk kebiasaan-kebiasaan baik yang baru bersamaan dengan mengidentifikasikan kebiasaan yang sudah ada sejak lama.

Mungkin bagi kebanyakan dari kita menganggap bahwa untuk memulai sesuatu yang baik dan menjadikannya kebiasaan, cenderung sulit dan memerlukan waktu yang cukup panjang. Bahkan, bisa jadi hal tersebut termanifestasi menjadi ajang pergolakan batin di dalam benak dan pikiran kita. Namun, apabila keseriusan kita untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan baik lebih besar daripada berbagai hambatan yang ada, mustahil rasanya kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak segera terwujud untuk kemudian mengakar ke dalam hidup kita.

Review Buku Atomic Habits

Proses Membangun Kebiasaan Baik

Dalam proses membangun kebiasaan baru yang kita inginkan, buku ini menyajikan beberapa petunjuk yang bisa membantu kita menuju goals atau tujuan tersebut dengan lebih aplikatif. Berikut ini kami uraikan tiga poin berdasarkan buku Atomic Habits yang dapat kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menjadikan kebiasaan lebih clear dan juga realistis.

Sebelum kita ingin benar-benar menciptakan kebiasaan yang baru, kita harus benar-benar mampu melihatnya sebagai pekerjaan yang realistis untuk dilakukan. Selain itu juga, perlu kiranya kita menentukan gambaran atas langkah-langkah dan rencana ke depannya menjadi lebih jelas, real dan konkret. Setelah kita telah benar-benar yakin akan semua hal itu, kita bisa segera fokus dalam menentukan tentang detail-detail waktu berkenaan dengan kapan kita akan mulai dan kapan seharusnya kita berhenti. Dengan begitu, melalui perincian waktu ini, secara tidak langsung hal ini menjadi suatu bentuk tekanan tersendiri terhadap diri kita.

Manfaatnya, hal ini juga berarti akan menjadi “habits stacking” kita ke depannya. Dan yang tidak kalah pentingnya, biasakan untuk memulai pekerjaan-pekerjaan besar melalui dengan melalui tahapan-tahapan kecil daripada melakukannya dengan gegabah dan sembrono. Banyak sudah bukti yang menyatakan bahwa hal kecil mampu memberikan dampak luar biasa ke dalam suatu peristiwa maupun kehidupan seseorang.

Salah satu contoh yang telah dikemukakan oleh buku ini terdapat pada seorang Dave Brailsford yang mengikuti event olahraga sepeda Tour de France di Britania Raya, yang mana Dave sendiri tergabung bersama kelompoknya. Dave beserta kelompoknya itu telah menjadi juara pada perlombaan tersebut sebanyak lima kali dalam enam tahun berturut-turut. Pada suatu kesempatan, Dave membongkar sebuah resep juara, bahwasanya kelompok mereka selalu berhasil menyabet gelar juara dalam Tour de France karena dengan melakukan kebiasaan dan hal-hal kecil yang tidak dilakukan para pesaingnya.

Ia bercerita bagaimana Dave dan timnya mulai mendesain ulang jok sepeda supaya lebih terasa nyaman untuk digunakan dan mengajak rekan-rekan kelompoknya tersebut untuk memakai celana yang sudah disesuaikan dengan suhu tubuh masing-masing.

2. Menjadikan kebiasaan lebih mudah dan menarik

Selanjutnya, kita dapat mencari atau membentuk lingkungan pertemanan sebagai support system kita dalam rangka menjaga proses pembentukan kebiasaan baru yang sedang kita upayakan tetap kondusif. Misalnya ketika kita ingin mengembangkan kebiasaan dalam berolahraga apakah itu bermain sepeda, pergi ke gym, dan aktivitas olahraga lainnya, kita bisa memilih untuk berteman dengan kawanan yang juga sama-sama menyukai olahraga. Sebab, manusia selalu cenderung meniru dan mengadopsi perilaku dari lingkungan yang berada di sekitarnya.

Dengan begitu, upaya membentuk support system ini dapat membantu kita meraih kebiasaan baik dengan lebih mudah, secara step by step.

3. Menjadikan kebiasaan memuaskan

Memuaskan di sini mengacu kepada perasaan puas ketika hal yang diinginkan bisa kita rasakan dan lihat, sama dengan hal membangun dan membentuk kebiasaan kita akan merasa puas jika kita sudah berhasil memiliki kebiasaan tersebut dalam hidup kita. Kita juga akan melihat dan merasakan dampak dari kebiasaan kita ini, seperti keinginan kita untuk memiliki kebiasaan untuk berolahraga secara rutin dan mendapatkan bentuk tubuh yang memuaskan bagi diri kita sendiri.

Lebih lanjut, kita juga bisa menemukan sedikitnya satu sampai tiga efek menyenangkan pada saat kita selesai melakukan aktivitas tertentu. Seperti halnya contoh olahraga di atas, dengan berolahraga rutin selama 10-15 menit dalam sehari, badan kita akan menjadi lebih sehat dan bugar. Tentunya, efek dari merutinkan kegiatan olahraga umumnya baru terasa dalam waktu yang cukup lama. Maka, tugas kita pada poin ketiga ini, adalah mampu mengenali dan menemukan efek jangka pendek dan panjangnya dari suatu aktivitas tertentu yang ingin kita jadikan habit. Hal ini juga berarti termasuk ke dalam sebuah proses afirmasi. Perlu ditekankan juga, bahwa tingkat kepuasan seseorang tentunya berbeda-beda. Namun, bagaimana pun juga, hal ini dapat menjadi semacam motivasi tambahan kita untuk mencapai goals kita.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Atomic Habits

Kelebihan

Dari review buku Atomic Habits yang sudah kita lakukan berkenaan dengan pesan terpenting dalam ketiga poin ini adalah “jangan memulai kebiasaan yang kabur dan tidak jelas dengan tanpa adanya goals atau tujuan. Selain juga karena dilengkapi tips-tips praktis, buku ini telah mengumpulkan kembali konsep-konsep lama yang sudah lama terbuang dari kehidupan masyarakat yang serba cepat dan instan seperti saat ini. Sebab, perubahan yang dampaknya abadi adalah perubahan yang sifat dan prosesnya menuntut banyak keringat dan darah, serta waktu pembelajaran yang lama.

Kekurangan

Buku Atomic Habits ini menurut kami terlalu tebal untuk sebuah buku dengan kategori pengembangan diri yang seharusnya lebih banyak praktik daripada teori.