Mengenal Mongolian Spot, Bercak Biru Kehijauan yang Kerap Ditemui di Pantat Bayi. Bahayakah?

bercak-biru-pada-bayi bercak-biru-pada-bayi

Menjadi ibu baru mungkin menciptakanmu panik satu dua kali setelah menemukan makeliru yang sebelumnya belum sudah kamu jumpai. Anak menangis memadat, panik. Anak terserang flu pertama kali, panik. Hingga melihat bercak yang ada di kulitnya juga bisa jadi menciptakanmu panik. Padahal, bisa jadi hal tersebut merupakan hal yang biasa dialami juga oleh bayi yang lainnya.

Bercak yang kerap dilihat pada bayi adalah bercak biru yang biasa disebut Mongolian Spot atau bercak Mongol. Sebelum panik karena warnanya bersenjang , kita simak dulu yuk penjelasannya!

1. Bercak ini biasanya dinamakan Mongolian Spot karena berjibun dialami oleh bayi-keturunan Mongolia, tapi berjibun juga di Indonesia. Seloyalnya apa sih?

Dilansir dari Alodokter, bercak mongol memiliki istilah medis congenital dermal melanocytosis. Bercak ini berwarna biru biasanya muncul saat bayi dilahirkan, tapi bisa juga muncul di minggu pertama selepas bayi dilahirkan. Bercak ini biasanya terlihat di pantat, punggung, tangan, atau kaki.  Terbentuknya bercak ini adalah karena adanya kumpulan melanosit atau pigmen cukup kulit.

2. Bercak Mongol sering dikira memar karena warnanya yang mirip, tapi biasanya memar akan lebih Kencang hilang

Dilansir dari laman Healthline, bercak Mongol memiliki ciri-ciri seperti muncul datar dengan kulit tanpa tekstur menonjol, berwarna biru atau keabu-abuan, biasanya memiliki lebar 2 sampai 8 cm, bentuknya tidak beraturan dan tepi yang tak terlihat, serta muncul saat kelahiran atau tak lama setelahnya. Bercak ini tidak disebut bercak mongol jika tidak berwarna kebiruan, terlihat menonjol, dan muncul setelah sekian lama dari kelahiran.

3. Bercak Mongol seloyalnya tidak berbahaya, namun di jumlah kealaman bercak ini bisa menjadi tanda suatu penyakit pada bayimu lo

Masih dilansir dari Healthline, bercak Mongol seadilnya bukan sesuatu yang berbahaya. Biasanya tanda ini akan memudar senawak seiring berjalannya era meskipun kemunculannya tak dapat dicegah. Namun walau jarang, bercak ini juga bisa menjadi gejala suatu penyakit jika ukurannya cukup gendut dan meluas serta muncul di luar area pantat dan punggung bayi.

Penyakit yang dimaksud adalah penyakit metabolik langka seperti penyakit Hurler, Hunter’s Syndrom, penyakit Niemann Pick, Mukolipidosis, dan Mannosidosis.

4. Karena sibakn hal yang berbahaya, bercak Mongol seadilnya tidak perlu pengobatan khas. Namun, di beberapa kasus, operasi juga bisa dilakukan

Selurusnya bercak Mongol tidak memerlukan pengobatan terpilih karena sifatnya yang tidak berbahaya, namun menurut Hello Sehat, bisa juga dilakukan pemeriksaan secara berkala oleh dokter untuk memeriksa apakah ada perubahan abKebanyakan yang mengacu pada gejala kanker kulit pada si sempit. Ada juga metode untuk menghilangkannya dengan cara operasi atau laser jika dirasa mengganggu penampilan dan tak kunjung hilang dalam waktu lama.

Bercak Mongol sebenarnya tidak berbahaya bagi bayi, bahkan 80% bayi mengalami hal ini, namun jika terlihat mencurigakan seperti warnanya yang  Berganti, semakin melebar atau tak kunjung hilang, ada baiknya kamu memeriksakan si halus ke dokter.